أنا أخوك في الله

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اشكر الف شكر على اهتمامك في جميع أوقات لقاءنا بالخير والسعادة

ما رأيت فيه حسن أخلاقك وكريم صفاتك

أتمنى لك الخير والسعادة وحفظك الله ورعاك

وتسلم أهلك وصاحباتك على ما احترموني

وأطيب تحية لك أختي لجميع أهلك من هناك

وشكرا كثيرا على اجابتك التي حصلت على شعورك الحقيقي

الله يعطيك العافية وألف شكر على اختيارك الذوق

وأنتظر قادم ك والجديد من قلمك المميز

هيهات التمني لحصول محبتك ولوكنت راغبا فيك

ما زلت أنت الخليلة المحبوبة وأنت حبيبتي المشوقة

أنت نجم في ليلتي السعادة والحزينة

أنت ظالة عندما أمشي وأستريح

أنت نور يشعل في قلبي وفكري وصفاتي

أنت سارقة قلبي وفلقت نفسي حتى تسلمي علي قلبي

مادام الحب في حول الذكر والفكر

عرفت أن لك الحجة المعينة فإني قابل عليها

لاتغضبي عما فعلت ولاترغب عني إذا أزعج نفسك

فأن كانت لي طريقة لحصول قبول حبك فأسلكها حتي وصلت إليه

فإن لم تكن أرجو أن أراك  في الحياة السعادة

أصابتني مصيبة عظيمة  لم أكن حازنا شديدا قبل هذا

فعوني نفسي على آلامي وسقمي

وأرجو إلى دعوتك ليطمئن الله قلبي

ممكن لست لك حبيبا بل أريد أن أكون أخوك في الله

أنا أخوك في الله قبل ما أحبك وما بعده

أنا أخوك في الصحابة والتراحم والتفاهم والتعاون

إن عندك المشكلات الكثرة فقلي إلي واستعيني إياي عليها

فأنا إن شاء الله من المساعدين

وأريدأن أكون من الأولياء المقبولين

وأخيرا أختتم هذه الرسالة بدعاء إلى الله

اللهم اجعل جمعنا جمعا مرحوما وتفرقنا من بعده تفرقا معصوما

اللهم قربني بصاحب عيني وذي قلبي وما بين يدي

اللهم نور قلبي بنور محبتك والشوق لك

اللهم اجعل قلبي حبا لك وشوقا لك وراغبا فيك

اللهم سلمني من قلبي لايحبك ومن العقل لا يذكرك ومن نفسي تغضبك

اللهم إني أسألك حبك وحب من يحبك والعمل الذي يبلغني حبك

اللهم اجعل حبك أحب إلي من نفسي وأهلي ومن الماء البارد

اللهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك

اللهم مارزقتني ممااحب فاجعله قوة لي فيماتحب

اللهم ومازويت عني مما احب فاجعله فراغا لي فيما تحب
يارب املأ قلوب كل المحبين حبا وغفرانا وصفاء

وابعد عنى الحقد والكراهية

يا رب اعطني ابتسامة لا تغيب
فالوجه الضاحك يفتح ابواب الدنيا امام الناس
والوجه المتجهم يغلق الابواب في وجوه الناس

وصلى الله على سيدنا ومولانا محمد والحمد لله رب العالمين

إلى هنا انتهى رسالتي وشكرا على اهتمامك

أخوك في الله

مولنا قدري

Hadist-Hadist CINTA

قال رسول الله ص. م.
احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما
(رواه الترمذي)

Artinya :
Rosullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bias saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bias saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi).

قال رسول الله ص. م.
ان المتحابين لتري غرفهم في الجنة كالكوكب الطالع الشرقي اوالغربي فيقال من هؤلاء فيقال هؤلاء المتحابون في الله عزوجل (رواه أحمد)

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).

قال رسول الله ص. م.
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد اذا الشتكي منه عضو تداعي له سائر الجسد باالسهر والحمي (رواه مسلم)

Artinya:
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tidak bias tidur dan merasa panas. (HR. Muslim).

قال رسول الله ص. م.
والذي نفسي بيده لاتدخلون الجنة حتي تومنوا ولاتومنوا حتي تحابوااولاادلكم علي شيء اذا فعلتموه تحاببتم افشواالسلام بينكم (رواه مسلم)

Artinya:
Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!. (HR. Muslim).

عن رسول الله ص. م. انه كان يقول في دعائه اللهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك اللهم مارزقتني ممااحب فاجعله قوة لي فيماتحب اللهم ومازويت عني مما احب فاجعله فراغا لي فيما تحب (رواه الترمذي)

Artinya:
Dari Rasulullah Saw. yang bersabda dalam satu doanya, “ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta oran yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai. (H R. Al-Tirmidi)

Disunnahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah untuk mengabari & memberitahukan cintanya kepadanya. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Ia berkata hadist ini hasan dari Miqdad bin Ma’di dari Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya.”

Hadist riwayat Abu Dawud dengan sanad yang shahih dari Anas bin Malik:

Ada seorang laki-laki berada di dekat Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, kemudian kepadanya lewat seorang yang lain. Laki-laki yang di dekat Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam! Sungguh aku mencintainya.” Maka Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau sudah memberitahukannya?” Ia menjawab, “Belum” Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Beritahukanlah kepadanya!” Kemudian ia mengikutinya dan berkata, “Sungguh aku mencintaimu karena Allah.” Laki-laki itu pun berkata: “Semoga engkau dicintai Allah, yang karena-Nya engkau mencintaiku.”

Hadist riwayat Al-Bazaar dengan sanad hasan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.”

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :

  • lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
  • lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
  • lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri

Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Al-Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

  1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
  2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
  3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
  4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
  5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma – norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
  6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)
  7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi
  8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Begitu banyak peluang yang Allah berikan, yang Rasulullah tunjukkan, untuk menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi terhina dan terpuruk, karenanya. Semoga hadist-hadist cinta, yang barangkali sudah sering kita baca, bisa mengantar kita untuk sedikit demi sedikit memahami cinta yag menyelamatkan. Cinta yag menerbangkan kita ke surga-Nya, Insya Allah.

  • Cinta yang menggugurkan dosa

“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertamu ke tempat saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa2 keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” . “La tahzan for Broken Hearted_ Asma Nadia”

  • Cinta yang berbalas cinta

“Allah SWT. berfirman, ” Pasti akan mendapat cintaKu orang-orang yang cinta-mencintai karena Aku, saling kunjung-mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku.” (Hadits Qudsi)”. “La tahzan for Broken Hearted_ Asma Nadia”

Diriwayatkan oleh Hakim, Khatib, Ibnu Asakir, Dailami dan lainny; Rasulullah bersabda;

“Barang siapa yang jatuh cinta, lalu tetap menjaga kesucian dirinnya, menyembunyikan rasa cintanya dan bersabar hingga mati maka dia mati syahid.” Sungguh sangat beruntung orang yang mencintai dengan kesucian diri dan berlindung dari godaan syetan yang terkutuk. Tentunya orang yang menjaga cintanya yang suci hingga ia meninggal dunia.

Rasullulah SAW. Berpesan;

“cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai (H.R. Bukhari, Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

Betapa sering aku mendengar dan membaca dua hadist ini. Tapi, kenyataannya betapa susah sekaligus berat untuk melaksanakannya. Dua hadist yang senantiasa berbicara tentang kesucian, kefitraan dan keagungan jiwa manusia dalam hal membangun relasi dengan sesama manusia dimuka bumi ini, lebih khusus lagi bagi kaum muda seperti aku ini.

Dalam setia perjumpaan dengan siapapun, terkadang aku begitu cepat terpesona dengan orang yang baru aku jumpai itu…(jatuh cinta pada pandangan pertama kalie ye… ^_^) Dan saat aku tahu, bahwa dia itu tidak begitu mempesona seperti yang aku bayangkan, jadinya aku agak kecewa dikit… ^_^ Sehingga saat ini, setiap aku mengalami perjumpaan, aku langsung teringat dengan sabda Rasullullah di awal catatan ini, walaupun aku masih pada taraf belajar untuk mengamalkan sepenuh jiwa dan  kesadaranku… Bahwa apa yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah kebenaran sejati untuk keselamatanku di dunia yang fanah ini dan di akhirat yang abadi dan kekal kelak…

Dalam hidupku, sudah terhitung berapa kali aku jatuh cinta. (semuannya tak terbalas, beberapa tersimpan masih di dalam hati yang lain MENOLAK aku dengan berbagai, alasan… ^_^ tapi belum ada yang mau MENERIMA aku apa adanya, katanya!) Setiap kali aku mencoba menjalani hubungan,selalu gagal. Faktornya tentu saja banyak hal yang melatarbelakanginnya. Kalau pun berhasil membangun hubungan, sampai mau melangsungkan pernikahan segala. Allah SWT juga berkehendak lain. Allah belum men-takdir-kan aku untuk bersatu dengan dia (dia yang bukan jodohku).

Saat ini, (lebih kurang satu tahun ini) kalau menyangkut urusan asmara, perasaan cinta dan benci, aku akan langsung teringat dengan hadist-hadist di awal catatan sederhana ini…

Aku Mau Belajar dan Harus Bisa Untuk Mengamalkan Hadist-hadist NABI MUHAMMAD SAW., di atas… Karena itu adala Jalan Kebenaran Menuju Cinta Sejati Atas Dasar Keridhoan Sang Ilahi. Allah SWT.

Catatan Tambahan:

Aku juga sering mendengar hadits-hadits dari kekasih Allah SWT berikut ini, “Sesungguhnya Allah berfirman di hari kiamat, “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dengan naungan-Ku di saat tak ada naungan lain kecuali naungan-Ku”. (HR Muslim). Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW mengatakan, “Barangsiapa yang ingin mencicipi manisnya keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang, yang tidak ia cintai kecuali karena Allah”. (HR Ahmad). Dan dalam haditsnya yang lain beliau bersabda, “Tidaklah seorang hamba Allah mencintai hamba Allah karena Allah, kecuali dia akan dimuliakan oleh Allah”.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mendapat naungan-Nya di hari itu…

Ada tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, niscaya dia akan merasakan manisnya iman, yaitu Allah & Rasul-Nya lebih dia cintai dibanding yang lain ; dia tidak menyukai seseorang kecuali karena Allah; dia tidak ingin terjerumus ke dalam kekafiran sebagaimana ia tidak ingin di lempar ke dalam kobaran api” (HR Bukhori dan Muslim)

أحبك حبين حب الـهوى # وحب لأنك أهل لذاكا

وأما الذي هو حب الهوى # فشغلي بذكرك عمن سواكـا

وأما الذي أنت أهل له # فكشفك لي الحجب حتى أراكا

فلا الحمد في ذا أو ذاك لي # ولكن لك الحمـد في ذا وذاكـا

Aku mencintai-Mu dengan dua cinta

Cinta yang timbul dari kerinduan hatiku dan cinta dari anugrah-Mu

Adapun cinta dari kerinduanku

Menenggelamkan hati berzikir pada-Mu daripada selain Kamu

Adapun cinta yang dari anugrah-Mu

Adalah anugrah-Mu membukakan tabir sehingga aku melihat wajah-Mu

Tidak ada puji untuk ini dan untuk itu bagiku

Akan tetapi dari-Mu segala puji baik untuk ini dan untuk itu”.

إلهى لو كنت أعبدك خوفا من نارك فأحرقني بنار جهنم

وإذا كنت أعبدك طمعا في جنتك فأحرمنيها

وإما كنت أعبدك من أجل محبتك فلآ تحرمني من مشاهدة وجهك

“Wahai, Tuhan! Apabika aku beribadah kepada-Mu hanya karena takut kepada neraka-Mu maka bakarlah aku di neraka-Mu. Dan apabila aku beribadah kepada-Mu hanya menginginkan surga-Mu maka keluarkanlah aku dari surga-Mu. Tetapi, jika aku beribadah kepada-Mu hanya untuk-Mu semata, berikanlah kepadaku keindahan-Mu yang abadi “.

Menurut ulama salaf, sebagaimana yang dikutip oleh al-Qusyayri, kecintaan seseorang kepada Allah itu suatu kondisi yang dirasakan hatinya, yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sedang menurut al-Qurasyi, hakikat cinta itu jika kamu memberi, maka kamu memberikan semua yang kamu miliki kepada orang yang kamu cintai, tanpa tersisa sedikit pun. Bagi al-Muhasibi cinta itu sebagai rasa kecenderunganmu kepada sesuatu secara keseluruhan, kemudian kamu lebih mementingkan cinta itu daripada dirimu, jiwamu atau hartamu, kemudian kesetiaanmu padanya, baik ketika berada di tempat sunyi atau di tempat terbuka, kemudian dia memberitahukan kepadamu tentang keteledoran cintamu.

Menurut Asmaran AS dalam Pengantar Studi Tasawuf:

Sesungguhnya mahabbah itu bersumber dari iman. Karena itu, dari imanlah orang dapat mencintai Allah sebagai cinta tingkat pertama, kemudian baru cintanya kepada sesuatu yang lain. Dengan demikian, berarti orang yang mencintai Allah, tidak akan mengorbankan hukum Allah karena kepentingan pribadinya. Dan sebagai konsekuensi dari cintanya kepada Allah, ia juga mencintai rasul-Nya, dan juga harus mencintai seluruh makhluk-Nya.

Dia, yang mengutip Abu Nashr al-Tusi, dalam Al-Luma` melanjutkan dengan membagi al-mahabbah menjadi 3 (tiga) tingkatan

1. Cinta orang banyak (biasa, pen.), yakni mereka yang sudah kenal pada Tuhan dengan zikr, suka menyebut nama-nama Allah dan memperoleh kesenangan dalam berdialog dengan Tuhan. Senantiasa memuji Tuhan.

2. Cinta para mutahaqqiqin, yaitu mereka yang sudah kenal pada Tuhan, pada kebesaranNya, pada kekuasaanNya, pada ilmuNya dan lain sebagainya. Cinta yang dapat menghilangkan tabir yang memisahkan diri seseorang dengan Tuhan. Dengan demikian ia dapat melihat rahasia-rahasia yang ada pada Tuhan. Ia mengadakan dialog dengan Tuhan dan memperoleh kesenangan dari dialog itu. Cinta yang kedua ini membuat orangnya sanggup menghilangkan kehendak dan sifat-sifatnya sendiri, sedangkan hatinya penuh dengan perasaan cinta pada Tuhan dan selalu rindu pada-Nya.

3. Cinta para siddiqin dan ’arifin, yaitu mereka yang kenal betul pada Tuhan. Yang dilihat dan dirasa bukan lagi cinta, tetapi diri yang dicintai. Akhirnya sifat-sifat yang dicintai masuk ke dalam diri yang mencintai .

Definisi cinta dari uraian di atas adalah menurut para ulama’ salaf. Dan cinta yang dimaksud di atas adalah cinta kepada Allah. Terus apa sich makna cinta menurut yang lain ?

  1. Menurut kamus besar bahasa Indonesia Cinta berarti senang sekali, sayang sekali, suka sekali.
  2. Menurut teman saya yang bijak cinta itu memberi apa yang sudah menjadi hak orang yang kita cinta, dan meminta dari orang yang kita cinta apa yang sudah menjadi hak kita.
  3. Menurut Kahlil Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri.

Nah sekarang menurut pendapat saya cinta itu adalah fitrah manusia yang diberikan oleh Allah, perasaan ingin menyayangi, ingin melindungi, ingin memberi, pokoknya ingin memberikan yang baik-baik kepada sesuatu yang kita cinta. Jadi Insya Allah semua manusia dan makhluk yang ada di bumi ini punya cinta. Jadi kalau kita ada yang bilang hewan tidak punya cinta mungkin karena kita tigak tahu bahasa hewan, tidak bisa berinteraksi dengan hewa. Maka beruntunglah manusia yang memiliki rasa cinta yang besar.

Mungkin dari pembaca ada yang mau menambahkan makna cinta menurut pembaca. Silahkan…

Sedang menurut al-Qurasyi, hakikat cinta itu jika kamu memberi, maka kamu memberikan semua yang kamu miliki kepada orang yang kamu cintai,

Hakikat Cinta K.H. Abdullah Gymnastiar Cinta adalah bagian dari fitrah orang yg kehilangan cinta dia tak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yg diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dgn tepat.

Hikam:”Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yg diinginkan yaitu wanita anak-anak harta yg banyak dari jenis emas perak kuda pilihan binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yg baik.” {Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14} “Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli.” Cinta memang sudah ada didalam diri kita diantara terhadap lawan jenis. Tapi kalau tak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yg paling tinggi adalah cinta krn Allah ciri adl orang yg tak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yg menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yg lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yg semakin bergelora hawa nafsu makin berkurang rasa malu. Dan inilah yg paling berbahaya dari cinta yg tak terkendali.

Islam tak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yg menjaga martabat kehormatan baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati krn seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yg sejati adl cinta yg setelah akad nikah selebih adalah cobaan dan fitnah saja.

Cara utk bisa mengendalikan rasa cinta adl jaga pandangan jangan berkhalwat berdua-duaan jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan. Bagi orang tua yg membolehkan anak berpacaranharus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dgn memperbanyak sholawat dzikir istighfar dan sholat sehingga kita tak diperdaya oleh nafsu karena nafsu yg akan memperdayakan kita. Seperti cinta padahal nafsu belaka.

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

. “Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan golongan nabi dan syuhada, namun para nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya di sisi Allah. Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah tolong beritahu kami siapa mereka?” Rasulullah SAW menjawab : “mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak adak hubunga harta benda yang terdapat pada mereka. Maka demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita”. (HR. Abu Daud)

2. “Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu dengan saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannnya (berjabatan tangan) gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut”. (HR. Tabrani)

3. “Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman: “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku”. (HR. Muslim)

4. “Allah SWT berfirman: “Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta- mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku”. (Hadits Qudsi)

5. “Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya, ia berkata: “Kau mau kemana?” Ia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini. “Lalu malaikat bertanya: “Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepada saudaramu?” Ia menjawab: “Tidak ada,  melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”. Malaikat berkata: “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya”. (HR. Muslim)

6. “Tiga perkara, barangsiapa memilikinya memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang kepada Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakkan ke dalam api neraka”. (HR. Bukharim Muslim)
Referensi :

1. Riyadhu Asholihin, Imam Nawawi

2. Shiroh Nabawiyah, Syaikh Syaffiyyur Rahman Al Mubarakfury

3. Manajemen Cinta, Abdullah Nashih Ulwan

4. Materi Tutoring, FK UPN “Veteran” Jakarta

5. Materi Tutoring Agama Islam, SMUN 1 Bogor

6. Materi Khutbah Jum’at, Khairu Ummah

7. Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qoyyim al Jauziyah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi

Cinta Rasul
Ada salah satu nasehat yang saya dengar di pengajian tadi malam yang sangat menarik perhatian saya. Pertama, karena termasuk jajaran hadist ‘baru’ buat saya. Dan kedua, waktu disampaikan, penyampainya tidak memberikan keterangan yang lebih detail (mungkin dilupakan mengingat waktu yang sudah hampir habis). Jadilah membuat penasaran untuk mengkaji lebih jauh.
Hadist tersebut diriwayatkan dari Abu An-Nashr dan Dailami. Suatu riwayat yang asing buat saya. Thus, saya juga tidak punya referensinya, sehingga semakin menambah penasaran saya. Arti hadist tersebut kurang lebih begini, “Ajarilah anak-anak kalian atas tiga perkara, (1) cinta Nabi kalian, (2) cinta kepada keluarganya Nabi, dan (3) membaca alquran, maka sesungguhnya pembawa Alquran itu di dalam naungannya Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya beserta para Nabi dan keluarga Nabi.”
Berkaca pada tema nasehat tsb yaitu menekankan masalah pembinaan usia dini, rasanya banyak yang harus kita lakukan. Menurut hadist di atas kelihatannya banyak orang tua yang belum mengajarkan masalah cinta kepada Nabi, apalagi keluarganya. Dan bagaimana bentuk cinta itu, kadang masih absurd buat kebanyakan kita. Kenapa saya katakan demikian? Nyatanya pada penyampaian dalil tersebut, penyampai (di tempat saya) tidak merinci dengan jelas bentuk dan cara mencintai Nabi dan keluarganya. Dan secara kontekstual hadist ini memang lebih menyorot pada poin ke 3 yaitu menguasai Alquran dan fadhilahnya. Oleh karena itu, perlu rasanya kita gali informasi bagaimana cara mencintai Nabi dan keluarganya, untuk kemudian kita bisa mengajarkannya.

Salah satu dalil yang sering saya dengar, awal-awal belajar mengaji dulu adalah begini,” Man ahya sunnatii faqod ahabbanii, waman ahabbani kaana ma’ii fil jannah – Barangsiapa yang menghidup-hidupkan sunnahku, sungguh dia cinta kepadaku. Dan barangsiapa yang mencintai aku maka dia akan bersamaku di surga.” (sayang saya belum menemukan referensinya). Bersandar pada dalil ini (jika tidak dhoif), setidaknya menjadi sedikit jelas bagaimana kita mencintai Nabi dan keluarganya. Masalahnya kita tidak lagi hidup sejaman dengan Nabi SAW. Mudah – mudahan dalil ini bisa menjadi acuan buat kita. Jadi konteks mencintai Nabi adalah dengan mengamalkan sunnah-sunnahnya. Terlebih di saat manusia yang lain meninggalkannya. Mulai dari apa yang dikerjakan Nabi, apa yang disetujui Nabi dan apa yang menjadi cita-cita (iqror) Nabi SAW. Inilah esensi cinta itu. Tapi bagaimana memulainya?

Pertama, di kita ada idiom tak kenal maka tak sayang. Jadi kenalkanlah kepada anak-anak kita nama Nabi kita SAW beserta gelarnya. Juga nama istri-istrinya, anak-anaknya dan cucu-cucunya. Saya berani bertaruh, banyak diantara kita yang belum kenal gelar Nabi SAW, apalagi nama kesembilan istrinya. Pun kelima anaknya dengan Khadijah. Jadi proses pengenalan ini saya anggap penting juga dalam rangka mencintai Nabi SAW dan keluarganya. Bisa lewat cerita – tutur tinular, dongeng pengantar tidur, tarikh islam atau cara lain yang inovatif. Dengan tahu nama, dengan kenal nama, diharapkan mampu menumbuhkan sikap ta’dhim terhadap Nabi SAW dan keluarganya. Irene Handono, mantan biarawati yang membelot jadi islam, sering menceramahkan, ”Banyak diantara kita umat islam yang kenal superman, batman, rambo, dora emon, dll, tapi jarang yang mengidolakan bahkan tak kenal siapa itu Hasan, Husen, Fathimah Az-Zahra, Khadijah, Ali dan sederet nama lain yang termasuk keluarga Nabi. Ironis, sungguh ironis.
Nabi mempunyai nama Ahmad atau Muhammad dengan 5 julukan baginya, selain Al-Amin yang beliau sandang sebelum menjadi Nabi.
Dari Mut’im r.a. katanya :

Rasulullah Saw bersabda : ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad (yang amat dipuji), *Aku Ahmad (yang banyak memuji)*, Aku yang penghapus karena aku Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang *TIADA KEMUDIANKU SEORANG NABIPUN*.(HR. Muslim)
Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. katanya :

‘Pernah Rasulullah Saw menerangkan nama diri beliau kepada kami dengan menyebut beberapa nama: Aku Muhammad, *Aku Ahmad*, Aku pengiring dan pengumpul, Nabi (yang menyuruh) tobat dan Nabi (yang membawa) rahmat.’ (HR. Muslim)

Adapun istri-istrinya, yang pertama Adalah Khadijah binti Khuwailid. Selanjutnya sepeninggal Khadijah, Nabi memiliki 9 istri dan 2 budak sebagai berikut:

Saudah binti Zum’ah

Aisyah binti Abu Bakar

Hafsah binti Umar Al-Khattab

Zainab binti Jahsyin

Zainab binti Khuzaimah

Ummu Salamah (Hindun binti Abi Umaiyah)

Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufian)

Maimunah binti Al-Harith

Shofiah binti Huyayyin

Juwairiyah
Mariyah Al-Qibtiyah
Adapun anak-anak Nabi (kesemuanya dari Khodijah) adalah sebagai berikut:

Al-Qasim
Abdullah
Zainab
Ruqaiyah
Ummu Kultsum

Fatimah
Ibrahim (dari Mariyah Al-Qibtiyah)

Kedua yang tak kalah penting adalah membacakan sholawat atas Nabi SAW dan keluarganya. Hal ini banyak disinggung dalam hadist dan merupakan bentuk konkret ujud cinta yang sebenarnya. Sholawat ini merupakan bentuk cinta yang tidak kenal masa dan usia. Siapa saja dan kapan saja bisa melakukannya untuk memanifestasikan rasa cinta dan senang kepada Nabi SAW beserta keluarganya. Bahkan sebutan bakhil pun disematkan bagi mereka yang tidak mau membaca sholawat Nabi. Sunan Tirmidzi meriwayatkan:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

… dari Ali bin Abi Tholib, berkata dia, bersabda Rasulullah SAW, ”Orang yang bakhil adalah orang yang ketika disebut aku di sisinya maka tidak mau membaca sholawat dia atasku.”

Bagaimana membaca sholawat? Ada yang panjang ada yang pendek, seperti bacaan sholawat pada tahiyat sholat. Dan itulah yang kita pakai untuk mewujudkan cinta Nabi dan keluarganya yaitu dengan membacakan sholawat di luar sholat, tentunya.

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ سَأَلْتُ زَيْدَ بْنَ خَارِجَةَ قَالَ أَنَا سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ صَلُّوا عَلَيَّ وَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ وَقُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

…dari Musa ibnu Tholhah berkata dia, aku berkata pada Zaid ibnu Khorijah, dia berkata, aku bertanya pada Rasululah SAW, maka bersabda Rasulullah SAW membacalah sholawat kalian atasku dan mempersungguhlah kalian di dalam berdoa dan berkatalah Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. (Rowahu Sunan Nasaai, Kitaabu As-Sahwi)

Nah, baru yang ketiga secara keseluruhan kita bisa mengatakan berdasar dalil pertama di atas untuk mewujudkan cinta Nabi dan keluarganya yaitu menghidupkan sunah-sunahnya secara keseluruhan dan bertanggung jawab atas dakwah dan cintanya.

اَلدُّعَاءُ بَعْدَ الصَّلاَةِ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَةً *

Doa

ياَرَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ اْلكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ *

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيْدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ بَارِكْ وَسَلِّمْ *

اَللَّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ كُلُّهُ وَلَكَ الشُّكْرُ كُلُّهُ وَإِلَيْكَ يُرْجَعُ اْلأَمْرُ كُلُّهُ *

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّياَتِيْ *

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَاْلعَمَلَ اَّلذِيْ يُبَلِّغُنِيْ حُبَّكَ*

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِليَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ اْلمَاءِ اْلبَارِدِ *

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ وَتاَبِعُ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ *

اَللَّهُمَّ إِناَّ نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سُخْطِكَ وَالنَّارِ*

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تحُِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمَ *

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ اْلهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى *

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فيِ الِّدْينِ وَعَافِيَّةً فيِ اْلجَسَدِوَزِيَادَةً فيِ الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ اْلمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ اْلمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ اْلمَوْتِ *

اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْناَ فِي سَكَرَاتِ اْلمَوْتِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَاْلعَفْوِ عِنْدَ اْلحِسَابِ *

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَناَ وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَ صِغَارًا *

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وََألِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلاَمِ وَجَنِّبْهُمُ الْفَوَاحِشَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ *

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الِّديْنَ وَانْصُرْناَ مِنَ اْلقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ وَاجْعَلْ هَذَا اْلبَلَدَ أَمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ اْلمُسْلِمِيْنَ *

اَللَّهُمَّ أَحْيِنَا بِاْلإِيْمَانِ وَأَمِتْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَالْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْنَ *

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَناَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ وَفِيْ كُلِّ مَكَانٍ *

اَللَّهُمَّ ياَسَمِعَ الصَّوْتِ وَياَسَبِقَ الْفَوْتِ وَياَكاَسِيَ اْلعِظَامِ لحَمْاً بَعْدَ اْلمَوْتِ نَسْئَلُكَ أَنْ تَجْعَلَناَ مِنَ اْلمَقْبُوْلِيْنَ وَأَنْ لاَ تَدَءْ لَناَ ذَنبْاً إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمَّا إِلاَ فَرَجَّتَهُ وَلاَ كَرْباً إِلاَّ نَفْسَتُهُ وَلاَدَيْناً إِلاَّ قَضَيْتَهُ وَلاَ مَرِيْضاً إِلاَشَفَيْتَهُ وَلاَ مَيْتاً إِلاَّ رَحِمْتَهُ وَلاَ مُعَسِّرًا إِلاَّ يَسَّرْتَهُ وَسَهَّلْتَهُ وَلاَ مُجَاهِداً فِيْ سَبِيْلِكَ إِلاَّ نَصَرْتَهُ وَلاَ حَاجَة ًمِنْ جَوَائِجِ الدُّنْياَ وَاْلأَخِرَةِ إِلاَّ قَضَيْتَهاَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ *

اَللَّهُمَّ ادْفْع ْعَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ الْمِهَنَ وَاْلفِتَنَ وَالسُّوْءَ وَالزّنِاَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ *

اَللَّهُمَّ لاَمَانِعَ لمِاَ أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَرَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَيَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ اْلجَدِّ*

اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ العَظِيْمَ لِقُلُوْبِناَ ضِياَءً وَِلأَسْقاَمِناَ دَوَاءًا وَِلأَبْصَارِناَ جَلاَءً وَلــِذُنــــُوْبِناَ ُممَحِّصاً وَعَنِ النَّارِ مُخْلِصاً ياَذَالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ *

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ مِمَّنْ يُحَلِّلُ حَلاَلَهُ وَيحَُرِّمُ حَرَامَهُ وَيُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهَهُ وَيَعْمَلْ بِمُحْكَمِهُ وَيَتْلُوْهُ حَقَّ تِلاَوَتِهِ ياَحَيٌّ ياَقَيُّوْمُ *

اَللَّهُمَّ إِناَّ نَسْئَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ اْلمُنْكَرَاتِ فَاهْدِناَ لِصَالِحِ اْلأَعْمَالِ وَاْلأَخْلاَقِ إِنَّهُ لاَيَهْدِيْ لِصَالِحِهَا وَلاَيَصْرِفْ عَنْ سَيِّئِهاَ إِلاَّ أَنْتَ *

اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْناَ مِنْ خِزْيِ الدُّنيْاَ وَعَذَابِ اْلأَخِرَةِ *

اَللَّهُمَّ اسْتَجِبْ دُعَاءَنَا وَشْفِ مَرْضَانَا وَارْحَمْ أَمْوَاتَناَ *

اَللَّهُمَّ زِدْناَ عِلْمًا نَافِعًا وَيَقِيْناً صَادِقاً وَعَقْلاً زَاكِياً *

اَللَّهُمَّ لاَتَجْعَلْناَ فِيْ غَفْلَةٍ وَاجْعَلْ آخِرَ كَلاَمِناَ عِنْدَ انْتِهاَءَ أَجاَلِناَ قَوْلَ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ *

اَللَّهُمَّ  اخْتِمْ آجَالَنَا بِحُسْنِ اْلخَاتِمَةَ وَلاَ تَخْتِمْ آجَالَناَ بِسُوْءِالْخَاتِمَةِ *

اَللَّهُمَّ أَرِنَا اْلحَقَّ حَقَّهُ وَارْزُقْنَا اتْبَاعَهُ وَ أَرِنَا اْلبَاطِلَ بَاطِلَهُ وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ *

اَللَّهُمَّ أَحْيِنَا بِاْلإِيْمَانِ وَ احْشُرْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَادْخِلْناَ الْجَنَّةَ مَعَ اْلإِيمْاَنِ *

اَللَّهُمَّ أَعِنَّاعَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ *

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ تَهَدِيْ بِهاَ قَلْبِيْ وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِيْ وَتَرُدُّ بِهَا اْلفِتْنَةَ عَنِّيْ *

اَللَّهُمَّ أَعْدِدْناَ لِكُلِّ هَوِّلْ اَلْقاَهُ فِيْ الدُّنْياَ وَاْلأَخِرَةِ وَلِكُلِّ هَمٍّ وَغَمٍّ ماَشاَءَ اللهُ وَلِكُلِّ نِعْمَةً اَلْحَمْدُِللهِ وَلِكُلِّ طاَعَةٍ وَمَعْصِيَّةٍ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ *

اَللَّهُمَّ لاَتُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنــُوْبـِنَا مَنْ لاَيَخَافُ وَلاَيَرْحَمُنَا *

Nasehat Persahabatan

RENUNGAN PERSAHABATAN

Imam Jalaluddin Ar-Rumi pernah berkata :
“orang yang begitu senang dan nikmat melihat dan memyebut-nyebut kebaikan orang lain bagaikan hidup disebuah taman yang indah. Kesini Anggrek, kesana Melati. Pokoknya, kemana saja mata memandang, yang tampak hanyalah bebungaan yang indah, mekar dan harum mewangi. Dimana-mana yang terlihat hanyalah keindahan. Sebaliknya orang yang gemar melihat aib dan kejelekan orang lain, pikirannya hanya diselimuti dengan aneka keburukan, sementara hatinya hanya dikepung dengan prasangka-prasangka yang buruk. Karena itu, kemanapun matanya melihat adalah ular, kala jengking, duri, dsb. Dimana saja ia berada senantiasa tidak akan pernah dapat menikmati indahnya hidup ini”.

“Demi Dzat yang jiwaku berada dibawah kekuasaan-Nya, tidaklah beriman seorang hamba sampai ia menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia menginginkan kebaikan bagi dirinya sendiri.” (HR. An-Nasai)

“Keuntungan hakiki bukanlah sebuah keberhasilan menguntungkan diri sendiri, tapi menguntungkan orang banyak.” (AA Gym)

“Ciri kesuksesan adalah tatkala kita bisa menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain.”

“Kita tidak mungkin satu pola karena setiap orang memiliki kecendrungan yang berbeda. yang paling penting menghargai hasil usaha orang lain.”

Satu sama lain saling melengkapi, tak ada yang berhasil kecuali kebersamaan.

“Saling berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai, dan saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dendam dari diri kalian.” (HR. Ibnu As-Sakir)

Janganlah kau menampakkan kegembiraan atas musibah yang menimpa saudaramu, sebab bisa jadi Allah merahmatinya dan menimpakan bala’ atasmu.” (HR. At-Tirmidzi)

“Sebuah kerugian besar, jika kita mengorbankan orang lain untuk keuntungan pribadi, betapa indahnya hidup ini jika kita saling membantu meringankan beban masing-masing.”

Membebani orang lain bukan merupakan sebuah kebaikan. Sekiranya masih memberikan manfaat bagi orang lain, jangan pernah mengorbankan harga diri dengan membebani orang lain, kecuali jika ia membantu kita secara suka rela, tidak salah menerima kebaikannya.

Bantulah sahabatmu dan saudaramu dengan memberikan shadaqah semampumu dalam bentuk apapun

Kebaikan orang, kita hormati sebagai karunia Allah untuk memperbaiki dan membantu kita, begitu pula kekurangannya kita hormati sebagai ladang amal untuk memperbaiki dari kesalahannya dan membantu kesulitan-kesulitannya

Balaslah sikap buruk dengan sikap baik, apalagi terhadap orang yang telah bersusah payah berbuat baik kepada diri kita, maka balaslah dengan kebaikan.

Janganlah terlalu menyalahkan orang terhadap kesalahan-kesalahannya, mungkin bisa jadi ia melakukan kesalahan karena :
Tidak tahu itu salah
Standarnya ia merasa benar
Tidak tahu cara mengubah kesalahannya
Belum bisa mengubahnya, atau
berbuat salah karena terpaksa

“Memenuhi segala kecocokan dengan hati semua manusia adalah hal yang tidak mungkin kamu capai.”

• Setap orang berproses, karena hidup adalah proses.
• Bagaimanapun tidak ada manusia yang sempurna
• Sikapi segala sesuatu dengan cara yang benar sehingga menghasilkan kebaikan.
Kawan sejati kita adalah mereka yang menunjukkan kekurangan atau kelemahan kita.

Bergaul yang murni adalah bergaul dari hati ke hati dengan ikhlas akan terasa indah dan menyenangkan.

BAgaimanakah Teman kita???
• Seperti udara, selalu dibutuhkan.
• Seperti makanan, tak tak bisa hidup tanpa dirinya, tapi ada yang tidak enak.
• Seperti obat, pahit/tidak sesuai, tapi disaat genting sangat diperlukan.
• Seperti arak, enak sesaat tapi sangat berbahaya bagi kemulyaan diri.
• Seperti bala’ (bencana), selalu menimbulkan perselisihan dan kerugian.

“Waspadalah terhadap teman
kesenangan, anggaplah mereka musuh…Teman selagi ada kenikmatan, musuh kala sirna sgala kenikmatan saat kau lewat…… tak mau membalas salam.”
(An-Nabthi)

Rumus persahabatan :
Niat baik + kebodohan + baik hati= terjebak, terperdaya, tertipu.
Niat Baik + Pikiran positif + Ilmu pengetahuan + Simpatik = Cinta.

Harta, tenaga, waktu dan perhatian dikorbankan demi kemaslahatan bersama.
Hadiah terbaik
Kesetian kepada kawan
Kemaafan kepada musuh
Khidmat kepada pemimpin
Memberi contoh terbaik kepada yang muda
Menhargai orang yang lebih tua
Cinta dan ketaatan kepada pasangan
Kebebasan kepada manusia

Mengajarkan berhitung kepada anak tidaklah sepenting mengajarkan apa yang mesti mereka hitung. (Anonim)
Wanita sangat kuat apabila bersenjatakan kelemahlembutan dirinya.
Jangan malu megatakan apa yang anda sendiri tidak malu memikirkannya” (Montaigne)

Tak ada seorang pun yang lebih baik daripada prinsip hidup yang diyakininya.

Orang yang punya harapan dapat melihat hal-hal yang tidak kelihatan, merasakan hal-hal yang tak dapat diraba dan berusaha menggapai hal-hal yang tidak mungkin.

Bila seseorang bekerja sebagai penyapu jalan, semestinya ia tetap menyapu jalan meski Michelangelo sedang mengecat disana atau bhethoven sedang mengubah lagu, atau Shakespeare sedang menulis puisi. Ia harus tetap menyapu jalan sebaik mungkin sehingga seluruh penghuni surga dan bumi terpesona berkata, “hai ada penyapu jalan yang melakukan pekerjaannya dengan baik”(Martin Luther King)

Orang optimis selalu mengatakan jodoh kita adalah apa yang kita usahakan. Bukan semata-mata pemberian Tuhan. Jodoh adalah rahasia Tuhan
Jangan pernah mengabaikan orang yang anda kasihi.
Karena cinta duri menjadi mawar karena cinta cuka menjelma menjadi anggur segar…. (Cinta, Jalaluddin Ar-Rumi)
Tak ada satupun obat yang bisa menyembuhkan sakit hati kecuali keihlasan.”(pepatah arab)

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berabti
Tapi dicintai oleh sang Maha Pencipta adalah segalanya.
Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka mata hati, bahkan bila hati itu sekeras batu. (Hazrat Inayat Khan)

Apakah hakikat segala keindahan di dunia ini? Mereka laksana ranting yang bergoyang terpantul disungai kecil. Keindahan itu adalah baying-bayang kebun Abadi yang tinggal tak pernah layu di dalam hati insan sejati. (Jalaluddin Rumi)

Tuhan menganugerahi kita wajah, tapi kita harus memberinya ekspresi.(Anon)

Kita datang ke dunia ini sendiri, dan sendiri pula kita meninggalkannya. Di antara pintu masuk dan keluar, kita menghabiskan waktu kita mencari persahabatan.(E.M. Dooling)

Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan.(General Collin Powell)

Sifat cinta sama seperti sifat air dalam tanah. Apabila anda tidak cukup menggali, yang anda peroleh adalah air yang keruh. Apabila anda cukup menggali, yang anda peroleh adalah air yang bersih dan jernih. (HAzrat Inayat khan)

Seorang pemimpin adlah orang yang melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain, melihat lebihjauh dari pad dilihat orang lain, melihat sebelum orang lain melihat.(Leroy Eims)

Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.(Confucius)

Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik. (Henry Ford).
Apapun fakta yang ada di depan kita tidak lebih penting dari pada sikap kita dalam menghadapinya, karena itulah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan kita. (Norman Vincent Peale)

Sukses bukan nasib. Sukses adalah sesuatu yag hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata dan kadang juga darah. Tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang memutuskan untuk berhenti sebelum mencapai sukses.

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkan kata-kat yang baik. Untuk mendapatkan mata yang indah carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapat bentuk badan yang langsing bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah mintalah seorang anak kecil untuk menyisir rambutnya dengan jemari setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan murni terpancar pada jiwanya yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang ia berikan. Dan kecantikan itu tumbuh sepanjang waktu.

Bila ada cahaya dalam jiwa, maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ad kecantikan dalam diri seseorang, akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga. Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga, akan hadir ketertiban dalam Negara. Dan bila ada ketertiban dalam Negara akan hadir kedamaian dunia.
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu yang dengan kasih kau taburi dank au pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menhampirinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. (Kahlil Gibran)

Hal terindah dalam hidup kita adalah misteri. Misteri adalah sumbr semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan.(Albert INstein)

Amatilah pikiran mu karena ia akan menjadi ucapanmu
Amatilah ucapanmu karena ia akan menjadi tindakanmu
Amatilah tindakan mu karena ia akan menjadi kebiasaanmu
Amatilah kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu
Amatilah karaktermu karena ia akan menjadi nasibmu
Diatas semua itu Amatilah dirimu hanya mereka yang menganal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan yang sesungguhnya.
Jaga diri untuk tetap tenang, jaga kaki agar tetap hangat dan kamu akan membuat dokter terbaik sekalipun menjadi miskin. (Elementa CHemiae “The Onliest and The Deepest Secreets of medical art ”Rahasia paling dalam dan satu-satunya seni dalam pengobatan$20.000)

Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah. Tetapi bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda tidak pernah belajar apapun. (Muhammad Ali)

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan
Tak ada ketulusan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan
Tak ada batu keras yang tak dapat ditaklukkan oleh kesabaran

Semakin tua semakin aku menyadari dampak adri sikapku terhadap diriku sendiri. Sikap menurutku, lebih penting daripada fakta, lebih penting daripada masa lalu, daripada pendidikan, daripada uang daripada lingkungan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apa yang orang lain pikirkan, katakana atau lakukan. Lebih penting daripada penampilan, hadiah, ataupun keterampilan. Sikaplah yang membangun atau menghancurkan perusahaan, rumah ibadah, ataupun rumah. (Charles Swindoll)

3 sifat manusia yang merusak: kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.(Nabi Muhammad SAW.)

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan yang ia lakukan, dan ia akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. (Dale Carnegie)

Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir and merasa benar-benar bahagia, anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Dalam masalah nurani, pikiran pertamalah yang terbaik.
Dalam masalah kebijaksanaan pikiran terakhirlah yang terbaik.(Robert hall)

Lumayan hari ini kita mendapat rezeki satu jagung bakar, mereka menyebutkannnya sebagai rezeki, bukankah dengan demikian sinenek tua itu kehilangan sebagian penghasilannya yang tak seberapa? Kenapa ia tak terpanggil untuk membalas pemberian itu dengan sesuatu yang lebih dari sekedar rasa terima kasih. Memang menerima menyenangkan. Namun memberi dengan tulus lebih membahagiakan. Hatinya sangat terang jauh lebih terang dari lampu yang menerangi temaram senja ini.

Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebalumnya. (Alexander Pope)

Kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. (Thomas Alva Edison)

Kebanggaan kita terbesar adlah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. (Confusius)
“manusia hidup lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta.”

Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu. Berikan kehangatan dan keramahan, ia akan menggapinya.

Save our soul SOS tiga titik tiga garis dan tiga titik. (Pertama kali pada kapal Titanic)

Orang yang luar biasa itu sederhana alam ucapan tetapi hebat dalam tindakan. (Confusius)

Pengalaman bukanlah apa yang terjadi pada diri kita. Tapi apa yang kamu lakukan pada saat itu.(Aldous Huxley).

Kita menilai dengan mengukur apa yang kita rasa mampu untuk kita kerjakan. Orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita lakukan. Henry Wadsworth Longfellow)

Hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari cinta.

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk beriman itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa itulah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa itu adlah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi itu adalah membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja itu adlah nilai keberhasilan
Ambillah waktu beramal itu adalah kunci menuju surga

8 kado terindah
1. Kehadiran
2. mendengarkan
3. diam
4. kebebasan
5. keindahan
6. tanggapan positif
7. kesediaan mengalah
8. senyuman
memberikan kebebasan bukan berarti “kau bebas berbuat semaumu” lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberi kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “tujuh keajaiban Dunia”.PAda wal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka piker merupakan tujuh keajaiban dunia saat ini, walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1. piramida
2. tajmahal
3. tembok besar cina
4. menara pisa
5. kuil Angkor
6. menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Setelah mengumpulkn daftar pilihan sang guru memperhatikan seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya
Gadis pendiam itu menjawab,
Ya sedikit, saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.
Sang guru berkata, baik katakan pada kami apa yang kamu miliki dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, saya pikir, tujuh keajaiban dunia adalah
1. bisa melihat
2. bisa mendengar
3. bisa menyentuh
4. bisa menyayangi
5. bisa merasakan
6. bisa tertawa
7. bisa mencintai

kegagalan dapat dibagi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak bertindak, dan orang yang bertindak tapi tidak berpikir. (WA. Nance) sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali. Itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang tetapi anda harus siap menganggapinya. (Louis L’amour)

Maulana & Hery

Ashabul yamin

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!